Uncategorized

Ciri, Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangan Topologi Bus


Ciri, Karakteristik, Kelebihan, dan Kekurangan Topologi Bus – Topologi atau susunan penyambungan kabel pada topologi BUS merupakan yang paling simple jika dibandingkan dengan topologi lainnya. Apabila kita perhatikan model penyusunannya, topologi ini bisa diibaraatkan sama dengan operasi armada Bus Trans. Setiap halte tempat pemberhentian bisa diibaratkan sebagai komputer-komputer, sedangkan jalan raya tempat busway beroperasi adalah kabel utama yang digunakan sebagai penghubung antara komputer-komputer.

Seperti halnya dengan topologi-topologi lain, Topologi bus memiliki ciri atau karakteristik serata kelebihan dan kekurangan seperti berikut ini.

Kelebihan, dan Kekurangan Topologi Bus

1. Setiap komputer yang tergabung dalam jaringan tidak terhubung langsung dengan komputer atau perangkat lain dalam jaringan tersebut. Semua komputer maupun perangkat pada jaringan tersebut saling terhubung melalui satu kabel tunggal.

2. Kabel tunggal yang dimaksud merupakan jalur utama yang harus dilalui oleh paket dari sumber ke tujuan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

3. Jenis kabel yang digunakan untuk topologi ini adalah kabel coaxial.

4. Ketika salah satu komputer dalam jaringan mengirimkan data ke komputer lainnya dalam jaringan tersebut, maka seluruh komputer atau perangkat yang terhubung dapat mengetahui bahwa ada informasi yang sedang dikirim. Hanya saja, selain komputer tujuan tidak ada yang bisa menerima informasi tersebut.

5. Bagian ujung masing-masing dari kabel utama pada topologi Bus dipasang sebuah terminator yang fungsinya untuk menghentikan sinyal agar tidak berbalik arah kembali ke sisi ujung lainnya.

Keuntungan dan kelebihan topologi bus adalah sebagai berikut

1. Biaya untuk installasinya sangat terbilang murah, karena tidak memerlukan banyak kabel
2. Mudah untuk pemasangan dan installasi
3. Sangat cocok untuk diterapkan pada jaringan komputer berskala kecil

Kekurangan topologi bus adalah sebagai berikut

1. Sulit untuk melakukan troubleshooting jika terjadi masalah
2. Sulit mendeteksi bila terjadi gangguan
3. Sulit untuk dikembangkan atau diubah, karena hanya ada satu kabel yang dijadikan sebagai jalur utama.
4. Sangat bergantung pada satu kabel utama, karena jika kabel tersebut putus maka lalu lintas data akan mengalami gangguan.
5. Hanya bisa diterapkan pada jaringan berskala kecil saja.

Baca pembahasan jaringan komputer yang lainnya: