Uncategorized

Mengapa Harus Melakukan Subnetting Terhadap Sebuah Network? Ini Alasannya


Subnetting adalah sebuah metode yang dilakukan untuk mengatur atau membagi range ip address menjadi beberapa blok. Subnetting ini selalu dilakukan sebelum sang administrator jaringan membuat sebuah sistem jaringan.

Mengapa subnetting ini dilakukan? Dan haruskah subnetting ini dilakukan? Mungkin pertanyaan inilah yang muncul pertama kali muncul dalam pikiran Anda. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, saya akan sedikit menjelaskan beberapa alasan yang mengharuskan kita melakukan subnetting sebelum membangun sebuah jaringan.

Mengapa Harus Melakukan Subnetting Terhadap Sebuah Network? Ini Alasannya

1. Mengurangi efek broadcast
Broadcast berarti menyebarkan paket yang dikrimkan oleh salah satu host ke semua host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN. Dalam sebuah jaringan LAN (Local Area Network), ketika sebuah komputer mengirimkan kepada salah satu komputer pada jaringan yang sama, maka semua komputer pada jaringan LAN yang sama akan menerima pesan tersebut dan mengecek untuk memastikan bahwa pesan tersebut ditujukan untuk dirinya atau tidak. Jika pesan tersebut bukan ditujukan untuk dirinya, maka pesan tersebut akan dibuang.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Efek dari broadcasat ini dapat menyebabkan lalu lintas data yang padat pada sebuah jaringan LAN, terlebih jika pada jaringan tersebut terdapat banyak host. Dengan subnetting, kita dapat mengecilkan range sebuah blok IP address pada sebuah jaringan. Dengan demikian, pesan broadcast yang dikirim secara otomatis menjadi lebih sedikit sesuai dengan jumlah host yang tersedia.

2. Penggunaan IP address menjadi efisien
Inilah tujuan lain dari metode subnetting yang dapat membuat penggunaan IP address menjadi lebih irit atau efisien. Dalam sebuah LAN, kita terbiasa menggunakan IP address kelas C yang memiliki jumlah host secara default 254. Namun kita tidak perlu menggunakan blok dengan jumlah blok sebanyak itu, karena dengan subnetting kita bisa membuatnya lebih kecil sesuai denngan jumlah host yang ada.

Misalnya pada sebuah jaringan hanya terdapat 10 host, maka akan sangat tidak efisien jika anda menggunakan network address yang berjumlah 254 IP address. Apabila hanya terdiri atas 10 host, maka dengan metode subnetting kita tidak perlu memakai Network address dengan kapasitas 254 IP address, tetapi cukup dengan yang berkapasitas 14 IP address saja, seperti contohnya 192.168.10.0/28;

3. Utuk pengamanan
Hal ini biasanya sering diterapkan untuk koneksi point-to-point, baik antara server dengan server maupun server dengan router. Demi keamanan, sangat dianjurkan menggunakan subnetting untuk menentukan range blok pada network address tersebut hanya terdiri atas 2 IP address saja. Dengan demikaian komputer atau perangkat jaringan terssebut tidak akan bisa terkoneksi dengan komputer lain karena IP address yang tersedia hanyalah  2 IP address saja.

Itulah tiga alasan kuat yang mengharuskan kita untuk melakukan subnetting sebelum membangun sebuah jaringan. Semoga bermanfaat. 🙂